Sistem Informasi di Perusahaan Penerbangan Tips perjalanan yang aman, nyaman dan murah - Teknologi Angkutan Darat, Laut dan Udara: Sistem Informasi di Perusahaan Penerbangan

Selasa, 27 November 2012

Sistem Informasi di Perusahaan Penerbangan

Tingginya tingkat persaingan di industri penerbangan memacu para pelaku bisnis penerbangan (airliner) untuk mampu mengadaptasi perubahan dengan cepat. Kemampuan airline untuk mengetahui harga pasar untuk masing-masing route yang jumlahnya mungkin mencapai ratusan, kondisi pesawat dan rencana perawatan, kemampuan finansial adalah sebagian informasi yang harus dapat disajikan secara cepat untuk keputusan manajemen.
Penggunaan teknologi informasi adalah alat yang sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi untuk mencapai tujuan seperti yang disebut di atas. Teknologi informasi juga membantu manajemen untuk melakukan efisiensi dengan cara pengurangan penggunaan kertas, pengurangan duplikasi pekerjaan dan pengurangan jumlah tenaga kerja di sektor non operasional. Namun di sisi lain akan meningkatkan kemampuan airline untuk menambah distribution channel melalui penggunaan internet booking, WAP dan SMS booking, dan kemampuan airline untuk bisa memproses booking secara cepat.
Di masa lalu, proses booking dilakukan terpusat dengan penggunaan kartu booking. Setiap ada pesanan maka petugas akan mencari kartu booking untuk flight number dan tanggal yang dipesan, untungnya pada masa itu harga yang ditawarkan masih single tarif. Anda bisa bayangkan betapa ribetnya, semua kartu disimpan di sebuah meja yang berputar dengan 3-4 orang disekelilingnya, menerima telp, mencari dan mengambil kartu sesuai nomor penerbangan dan tanggalnya, dan menulis pesanan.
Jika kartu tersebut sedang digunakan oleh petugas yang lain maka penumpang harus menunggu di telepon agar bisa dilayani.
Coba bayangkan jika itu yang terjadi sekarang dengan jumlah penerbangan yang diatas 40 / hari untuk airlines kecil (persyaratan pemerintah mengoperasikan 10 pesawat dengan 5 milik, masing-masing dapat dioperasikan 8-10 kali sehari).
Sementara pesanan dapat dilakukan sampai 90 hari bahkan setahun ke depan.
Di sisi lain, sebuah pesawat jet memiliki puluhan ribu komponen mulai dari moncong sampai di bagian ekornya. Sebagian diantaranya memiliki masa manfaat yang diukur dengan jumlah jam terbang, cycle (take-off landing), maupun hari kalender.
Sistem Informasi di Perusahaan Penerbangan

Idealnya memang seluruh sistem dapat terintegrasi secara sempurna namun seperti terlihat dalam gambar di atas Sistem Reservasi tidak terintegrasi dengan Sistem Perawatan pesawat. Benarkah demikian ? Sebenarnya tidak juga, kemampuan sistem penjualan untuk menawarkan jasa pada calon penumpang akan sangat tergantung pada kondisi dan kesiapan pesawat, namun demikian  pertanyaan seperti itu juga dapat dijawab oleh Sistem Operasional.
Latar belakang warna kuning - merah dalam gambar di atas juga memiliki arti, kondisi saat ini baik Sistem Reservasi, Operasional maupun Keuangan tentu sudah menggunakan software yang khusus untuk itu. Bahkan beberapa software memang sudah terintegrasi untuk menangani seluruh sistem itu.
Harga yang mahal baik untuk implementasi, maintenance maupun biaya bulanan atas penggunaan software-software built-up memang cukup mahal sehingga airlines biasanya memilih mana yang harus diaplikasikan lebih dulu. Penggunaan software untuk Maintenance juga bukan tanpa masalah, kode barang sebuah spareparts mungkin dicatat sebagai Aircraft Manufacturer (Boeing, Airbus dll.) part number atau manufacturing part number. Barang dengan spesifikasi yang sama mungkin diproduksi beberapa pabrikan yang telah disertifikasi oleh pembuat pesawat dan masing-masing menggunakan kode yang berbeda.
Walaupun demikian seperti juga perusahaan-perusahan yang lain semua sistem selalu terpusat di Sistem Keuangan. Bagaimana pun Ujung-Ujung nya Duit kan ?