Sistem Boarding Pass pada Kereta Api dan moda transportasi darat lainnya Tips perjalanan yang aman, nyaman dan murah - Teknologi Angkutan Darat, Laut dan Udara: Sistem Boarding Pass pada Kereta Api dan moda transportasi darat lainnya

Selasa, 28 Agustus 2012

Sistem Boarding Pass pada Kereta Api dan moda transportasi darat lainnya

Ada yang tidak biasa pada lebaran tahun ini, terutama untuk moda transportasi darat. PT Kereta Api Indonesia mulai menerapkan sistem boarding pass dimana setiap calon penumpang telah mendapat kepastian mendapat tempat duduk. Penumpang tidak perlu lagi berdesak-desakan dan berebut untuk mendapatkan tempat duduk seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak perlu ada penumpang yang masuk melalui kaca kereta yang terbuka (pecah) di kelas ekonomi.

Mulai tahun depan, sistem sistem boarding pass yang sukses diterapkan di moda transportasi kereta api akan mulai diterapkan pada angkutan jalan dan angkutan laut.  “Salah satu yang bagus adalah sistem boarding pass yang dilakukan oleh PT. KAI, dan kita ingin menerapkan tahun depan secara bertahap di angkutan jalan dan angkutan laut,” demikian pernyataan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat mengunjungi Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2012 di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Minggu (26/8).

Beberapa pilot project untuk angkutan jalan dan laut telah ditetapkan dan kita tunggu realisasinya. Mudah-mudahan dengan cara ini kita memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman dan manusiawi.

Penggunaan sistem boarding pas maupun pemeriksaan KTP agar sesuai tiket memiliki banyak keuntungan terutama dalam hal keamanan berkendara, diantaranya :
a. jumlah dan berat penumpang yang diperbolehkan tidak overload sehingga tidak mengganggu kinerja kendaraan maupun pengemudi. Bisa kita bayangkan jika kendaraan jarak jauh harus miring ke kiri (seperti lirik lagu yang pernah dinyanyikan alm Franky Sahilatua) belum lagi jika harus menghadapi tanjakan dan turunan.
b. mengurangi kemungkinan orang yang berniat buruk untuk menyusup ke dalam kendaraan, bukan tidak mungkin ada orang yang berpura-pura menjajakan dagangan, mengamen, maupun berpura-pura sebagai penumpang namun tujuannya adalah untuk mencopet.

Dengan tercatatnya identitas masing-masing penumpang maka mudah-mudahan mereka berpikir dua kali. Dan tentu saja selain crew kendaraan, penumpang, dan petugas yang berwenang seharusnya tidak seorang pun yang diperkenankan naik dalam kendaraan.

Selain faktor keamanan, kenyamanan tentu saja lebih baik karena ada kepastian tempat duduk, tidak perlu mendengar suara bising dari pengamen maupun pedagang asongan. Sebagai seorang yang bekerja di kota yang tidak sama dengan tempat tinggal dan harus berangkat pagi-pagi buta (alias kurang tidur) saya berharap bisa tidur di bis sebelum masuk kerja. Namun dengan adanya pengamen dan penjaja dagangan yang terus berganti-ganti harapan itu hilang sudah.

Penggunaan boarding pass (printed name) juga diharapkan mampu mengurangi calo yang biasanya memborong tiket terutama untuk keberangkatan di peak days.

Selamat dan sukses buat PT KAI untuk terobosannya.