Amankah bepergian dengan pesawat ? Tips perjalanan yang aman, nyaman dan murah - Teknologi Angkutan Darat, Laut dan Udara: Amankah bepergian dengan pesawat ?

Jumat, 05 Agustus 2011

Amankah bepergian dengan pesawat ?

Sebuah pertanyaan yang sering muncul tentang keamanan bepergian dengan pesawat, apalagi dengan tidak jarangnya terdengar berita mengenai incident maupun accident yang melibatkan pesawat terbang negeri ini.
Data statistik masih membuktikan bahwa pesawat masih merupakan alat transportasi yang paling aman. Mengapa ?
Pada dasarnya pesawat dirawat dan dioperasikan oleh orang-orang yang terdidik dan terlatih dengan dibuktikan dengan sertifikasi yang secara kontinyu dinilai ulang. Tidak seperti SIM, sertifikasi pilot maupun teknisi harus diperpanjang pada periode yang relatif pendek, dengan kewajiban untuk mengikuti pendidikan ulang (recurrent) maupun simulator bagi para pilot.
DGCA (Directorate General of Civil Aviation), dalam hal ini DSKU (Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara) memiliki hak dan kewajiban untuk memastikan hal itu. Pada waktu-waktu tertentu petugas DSKU akan melakukan ramp-check atau pemeriksaan langsung ke pesawat yang bersiap untuk terbang. Terkadang hal ini menjengkelkan penumpang karena pesawatnya jadi delay. Setelah membaca tulisan ini mudah-mudahan anda bisa lebih bersabar, ya. Karena itu untuk kepentingan anda juga, kan ?
Pada dasarnya pemeriksaan di dalam penerbangan dibagi dalam 3 bagian besar yaitu : pre-flight check, in-flight check, dan post flight check dengan safety sebagai tujuan utamanya.
Kali ini saya membahas mengenai Pre-flight check saja.
Seorang petugas check-in yang cakap, dapat mengetahui apakah seorang calon penumpang memiliki resiko yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain dalam pesawat. Misalkan wanita hamil yang tua, tekanan di dalam pesawat dapat membahayakan kehamilannya dan jika sesuatu terjadi dapat menimbulkan kepanikan di dalam pesawat. Hal yang juga sering kali terjadi adalah seorang dengan penyakit menular yang memaksakan diri untuk ikut dalam pesawat. Penggunaan airconditioner dalam pesawat dapat dengan mudah menularkan penyakit dari satu orang ke orang lainnya. Hal ini sering diabaikan di alat transportasi lain. Pengecekan berikutnya dilakukan oleh petugas saat penumpang dalam proses boarding, dan saat memasuki pesawat pramugari(a)/flight attendant juga memiliki tugas yang sama.
Bagaimana untuk crew-nya ?
Biasanya crew akan melewati petugas flops (flight operations), petugas berhak melakukan penilaian secara fisik apakah crew tersebut layak untuk bertugas. Pilot yang matanya merah karena kurang tidur seharusnya jangan dibiarkan bertugas, kan ?
Mekanik akan melakukan pemeriksaan indikator, maupun komponen lain di dalam maupun diluar pesawat sesuai checklist yang sudah (line checks). Pada umumnya pemeriksaan pesawat terbagi menjadi line checks, A checks, C Checks, structural dan zonal inspection programme.
Pilot akan melakukan pemeriksaan kembali kondisi pesawat sebelum dan sesudah memasuki pesawat, dan memastikan informasi yang cukup untuk menerbangkan pesawat. Hal ini termasuk berat dan keseimbangan pesawat, sebelum dan setelah masuknya penumpang dan barang, bahan bakar, dan berat pesawat saat akan landing (load sheet). Informasi tambahan yang diperlukan seperti kemungkinan gangguan cuaca di aiport keberangkatan, rute perjalanan dan terutama airport kedatangan harus sudah diperoleh.
Hal-hal diatas hanya sebagian saja untuk memberi gambaran bagaimana sebuah penerbangan dipersiapkan, hal lainnya masih sangat banyak dan detail.